Sabtu, 29 April 2017

Ciptakan Kehidupan Ideal dengan Kepedulian

Ciptakan Kehidupan Ideal dengan Kepedulian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“There is a great difference between worry and concern. A worried person sees a problem, and a concerned person solves a problem. – Ada perbedaan besar antara kekhawatiran dan kepedulian. Seorang orang khawatir hanya melihat masalah, dan orang yang peduli menyelesaikan masalah.” Harold Stephens

Penyakit karena gunungan sampah, peningkatan angka kriminalitas, daratan hilang tergerus air laut karena perubahan iklim, kemiskinan dan masalah-masalah serius lainnya menjadi isu yang mengancam kehidupan akhir-akhir ini. Jika terus dibiarkan, maka tak lama lagi bumi ini tidak akan mampu mendukung kehidupan kita. Saat ini dibutuhkan segera upaya merevolusi kehidupan agar kembali ideal, nyaman, seimbang, dan menyenangkan, dan jauh dari masalah-masalah yang sekarang menghantui kehidupan kita.

Tetapi akan butuh proses dan waktu jika kita mengandalkan orang lain, pemerintahan atau negara-negara maju melakukan sesuatu mengatasi masalah-masalah tersebut. Untuk menyelenggarakan konferensi saja butuh proses, waktu dan birokrasi yang panjan
... baca selengkapnya di Ciptakan Kehidupan Ideal dengan Kepedulian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 23 April 2017

Memahami Jenis Dan Fungsi Filter Mental

Memahami Jenis Dan Fungsi Filter Mental Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Beberapa waktu lalu saya membaca kembali buku karya maestro hipnoterapi Charles Tebbetts yang berjudul Miracles on Demand. Saya memang biasa membaca ulang buku-buku yang telah saya baca sebelumnya. Tujuannya adalah untuk bisa mendapatkan sari pati pengetahuan yang terkandung di buku-buku itu, yang mungkin sebelumnya terlewatkan.

Dulu saat saya pertama kali membaca judul buku “Miracles on Demand” saya bertanya, “Ah , apa mungkin kita bisa menciptakan mujizat sesuai dengan yang kita inginkan?”. Ternyata setelah membaca tuntas buku Tebbets ini dan juga mempraktikkan berbagai teknik terapi yang dijelaskannya, benar, kita dapat menciptakan atau menghasilkan mujizat sesuai dengan keinginan kita, yang kalau mengutip kata Tebbetts “by demand” atau sesuai permintaan.

Pembaca, jangan salah mengerti ya. Mujizat yang dimaksud oleh Tebbets adalah mujizat perubahan/kesembuhan diri sebagai hasil aplikasi hipnoterapi dalam membantu seseorang keluar dari masalah (emosi) yang selama ini menghambat atau mengganggu hidupnya.
... baca selengkapnya di Memahami Jenis Dan Fungsi Filter Mental Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 16 Februari 2017

SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH?. AH? AH? AH

SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH?. AH? AH? AH Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di sore hari, langit tampak biru. Susana terasa teduh dan sejuk. Gw berjalan di sore hari menapaki trotoar Kota Bandung yang memiliki 2 fungsi sekaligus, tempat pejalan kaki dan tempat pedagang berjualan. Ketika itu gw bermaksud pergi menuju warung internet. Tujuan gw ke sana Cuma ingin memastikan apakah ujian saringan yang baru saja gw lewati minggu lalu lulus atau tidak? Akhirnya setelah gw cek, Syukurlah gw lulus.

Seketika itu juga gw berteriak…

Gw : “GW LULUS MAS?!”

Mas operator WARNET : “Lulus audisi miss waria 2006? Perwakilan Bandung ya mas? Selamat ya.”

Gw : “Wuaah?! Terserah mas deh. Yang penting saya hepi?! Cihuy?!”

***

Cerita ini bermula ketika…

Di tahun 2006 (tahun yang penuh warna buat hidup gw), gw ngerasa beruntung karena impian gw buat meneruskan sekolah ke jenjang perkuliahan bisa benar-benar terjadi. Sebelumnya sempat terbesit dalam otak gw bahwa sehabis lulus SMA tuh mendingan langsung kerja aja (entah kerja apaan, yang penting gw pun
... baca selengkapnya di SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH?. AH? AH? AH Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 14 Februari 2017

Wiro Sableng #166 : Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok

Wiro Sableng #166 : Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : KUPU-KUPU GIOK NGARAI SIANOK

"Anak gadis...Mulai saat ini namamu Puti Bungo Sekuntum. Julukanmu Ramo-Ramo Giok Ngarai Sianok atau Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok."Gadis Cina bernama Chia Swie Kim yang cantik itu tersenyum."Terima kasih Datuk........." Ketika ChiaSwie Kim hendak menyambung ucapannya datuk Marajo Sati memberi isyarat seraya berbisik. Ada manusia jahil mendekam di luar sana. Agaknya sudah sejak tadi dia mencuri dengar pembicaraan kita. Anak gadis, lekas ubah ujudmu menjadi kupu-kupu giok!" Dengan cepat Chia Swie Kim merubah diri menjadi kupu-kupu batu giok berwarna hijau kebiruan. Datuk Marajo Sati ambil kupu-kupu batu giok itu lalu meletakannya di dalam sebuah lekukan di dinding goa sebelah kiri.



SENJA itu angin dari arah laut bertiup lebih kencang dari biasanya. Daun-daun pohon kelapa mengeluarkan suara gemerisik berkepanjangan.

Di pondok kayu kediamannya di satu lereng bukit Sutan Panduko Alam yang baru saja menyelesaikan shalat Magrib tengah berzikir khidmat ketika hidungnya mencium bau angin yang mengandung garam. Orang tua ini letakkan tasbih batu hitam di atas pangkuan, memandang ke arah pintu pondok yang tertutup sambil meng
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #166 : Kupu-Kupu Giok Ngarai Sianok Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 04 Juni 2009

Ide untuk Menulis Puisi

TIPS MENEMUKAN IDE UNTUK MENULIS PUISI

Oleh: Agung Pranoto



Banyak di antara kita yang menyenangi sastra, khususnya puisi. Di sisi yang lain, minat terhadap puisi sudah mulai ada, tetapi keinginan menulis puisi, terkadang masih dihadapkan pada banyak kendala. Kendalanya mulai dari bagaimana menangkap ide, bagaimana menuliskan ide, dan bagaimana puisi yang ditulis itu menjadi bagus.

Kiat menemukan ide
Ide merupakan unsur vital dalam puisi atau tulisan apa pun. Sebab, tanpa ada ide kita tidak bisa menulis apa-apa. Ibarat orang naik sepeda motor yang tanpa memiliki tujuan, jadinya ya hanya keliling tanpa arah dan tujuan yang jelas.

Cara 1. melakukan pengamatan

Mengamati segala sesuatu yang ada di sekitar kita, merupakan salah satu cara menemukan ide. Ingat bahwa lingkungan sekitar kita merupakan sumber ide yang tidak habis-habisnya digali. Misal, ketika kita menaiki sepeda motor keliling-keliling kota, pasti kita menjumpai lampu traffict light. Saat itu mata kita pasti terbelalak menyapu sesuatu yang tampak di sekitar lampu 'stopan'. Misal kita memandang seorang atau beberapa pengemis yang ada di sekitar itu. Apa yang kita rasakan ketika melihat anak-anak kecil mengemis? Atau apa yang kita rasakan ketika melihat pengemis tua-renta, kakinya cacat?
Sebagai orang yang 'tanggap' terhadap hal tersebut, tentu pikiran dan perasaan kita menjadi 'trenyuh', iba, dan kasihan. Dari rasa itu ketika tengah malam kita endapkan dan batin kita ikut merasakan denyut kehidupan itu, tentu dapat kita tarik garis bawah bahwa pengamatan itu menghasilkan suatu ide. Lantas, saat itu juga hati, pikiran, dan tangan kita tergerak untuk mengabadikan ide itu ke dalam tulisan, misalnya puisi. Lalu kita buat puisi seperti berikut:

PAK TUA

denyut kota dan hingar-bingar asap
merambati raut mukamu, Pak Tua
keletihan keningmu yang telanjang
telah terbakar oleh panas kehidupan
yang seakan tak terhiraukan

kepingan demi kepingan telah merenda
dan kaleng yang kau hidangkan di depanmu
menjulurkan tangan-tangan yang telah iba
: "ini tanda kasihku, Pak Tua!"

Cara 2. mendengar cerita dari teman (orang lain)

Informasi dari orang lain juga merupakan sumber ide atau sumber ilham. Tidak menutup kemungkingan, cerita dari kawan atau orang lain itu menghadirkan pengalaman puitik yang menarik untuk dituangkan ke dalam puisi. Suatu misal, teman dekat curhat tentang kekasih yang sangat dicintainya secara tiba-tiba, tanpa ada masalah apa-apa, meninggalkan dirinya atau berpaling dengan yang lain. Si kawan itu bisanya menangis melulu karena tidak mampu mengalihkan perasaan cintanya. Hal itu merupakan ide. Idenya ditarik ke sebuah pemikiran bahwa ketika berpacaran itu kalau memang belum jodoh juga tak akan kekal. Siapa tahu perpisahan tersebut akan berbalik malah mendapatkan jodoh yang lebih diidealkan. Hal tersebut lalu dituangkan ke dalam bentuk puisi.

KASIH

telah kau rajutkan benang menjadi kain kehidupan
begitu anggun bagai embun yang menetesi kerutnya kening
tapi kenapa kau robek sendiri kain yang telah kau rajut
menjadi cerai-berai dan sirnalah harum wewanginya?

kasih,
pernahkah kau mengeja sebotol madu
yang telah kita saring dari bunga-bunga taman kita?
mungkinkah ini sebuah titian menuju kebahagiaan?
ataukah akan menetaskan kuning telor kehidupan?
entahlah!

Cara 3. Pengalam hidup

Pengalaman hidup sendiri terkadang bila direnungkan kembali bisa menrenyuhkan dan mungkin bisa membuat hati ini menjadi lebih sakit. Bila itu yang terjadi, rekamlah pengalaman pahit itu ke dalam puisi agar kita tidak terlalu kalut dengan hal tersebut. Misalnya, kita memiliki pengalaman pahit pernah berzina. Saat yang lain kita menyadari bahwa perbuatan yang telah kita lakukan itu sangat berdosa dan sangat tidak disenangi oleh Sang Maha Penguasa. Saat kesadaran itu timbul maka merupakan katarsis yang menarik bila kita kembali bertaubat.

ELEGI MALAM HARI

telah kutapaki jalan berliku
bahkan sangat terjal
yang telah menjungkalkan
nafasku ke dalam lumpur api-Mu

gairah yang telah engkau berikan
tak sebanding dengan bunga
yang kutanam di depan rumah

ya, allah, ya robii
mengapa tidak engkau ingatkan aku
agar menapaki jalan beraspal
yang menyamankan laju kehidupan?